Thursday, August 30, 2007
Hari Merdeka Nusa dan Bangsa
"Bu Wardah, gimana rumahnya?"
"Ya begitulah. Habis semuanya. Apinya cepat sekali," jawabku, "tapi untungnya kami selamat."
"Sekarang tinggal di mana?"
"Di rumah saudara. "
"Bayar?"
"Katanya nggak usah, tapi saya nggak enak. Rencananya mau buat warung kecil-kecilan untuk bayar... tapi saya masih belum mampu. Dandangnya kemarin ikut hangus."
"oh...”
Ada kesunyian yang canggung.
"Saya suruh anak saya ikut lomba 17-an. Biar senang.”
“Oh... bagus itu. Tapi saya harus pulang, nih. Mari.”
“Mari, bu,” anggukku.
Warung makan. Muluk-muluk sekali saat ini kedengarannya. Tapi bapaknya anak-anak sudah tidak ada. Aku harus bisa.

Kudengar anakku memanggil-manggil dari jauh, "Maaaak...! Anto dapet ris-kuker, Mak!"




*** maaf yaaa yang ini bikinnya asal2an. *malu*
posted by snd @ 1:51 PM  
1 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
 
 
About Us

Milis 100Kata
Andy
Hotma
Jamal
Jay
Krisna
Laila
Maya
Nita
Sindy

Free Blogger Templates