“Pak… saya mau izin seminggu.” “Kenapa? Kamu sakit?” “Ndak, Pak. Cuma…” “Sudah, terus terang saja. Ndak apa.” “Anu… Mau cari uang.” “Uang? Untuk?” “Ibu ndak sanggup mbiayai SPP bulan ini. Uangnya habis beli beras.” “Ndak boleh.” “Tapi Pak…” “Sudah. Kamu sekolah saja. Bapak pinjamkan dulu uangnya buatmu.” “Tapi…” “Pokoknya tidak. Fitri mesti pinter, sekolah yang tinggi, terus cari kerja yang bagus.” “Tapi…” “Wis, sana pulang. Bilang ke ibumu uang jangan dipikir. Bayarnya nanti saja kalau kekumpul.” “Iya. Maturnuwun, Pak Guru.”
Aku tersenyum melihat mata muridku berbinar lega.
Sekarang tinggal bagaimana caranya meyakinkan istriku sisa gaji 50.000 cukup untuk hidup sebulan.
untuk bapak-ibu guru yang kemarin ini baru demo di jakarta, jalan kaki dari dpr ke istana, dan dijanjikan perbaikan UU. Maaf kita belum bisa bantu apa2 kecuali doa. |
Terpujilah engkau wahai engkau Ibu Bapak Guru...