Sunday, July 29, 2007
Jasamu Tiada Tara
“Pak… saya mau izin seminggu.”
“Kenapa? Kamu sakit?”
“Ndak, Pak. Cuma…”
“Sudah, terus terang saja. Ndak apa.”
“Anu… Mau cari uang.”
“Uang? Untuk?”
“Ibu ndak sanggup mbiayai SPP bulan ini. Uangnya habis beli beras.”
“Ndak boleh.”
“Tapi Pak…”
“Sudah. Kamu sekolah saja. Bapak pinjamkan dulu uangnya buatmu.”
“Tapi…”
“Pokoknya tidak. Fitri mesti pinter, sekolah yang tinggi, terus cari kerja yang bagus.”
“Tapi…”
“Wis, sana pulang. Bilang ke ibumu uang jangan dipikir. Bayarnya nanti saja kalau kekumpul.”
“Iya. Maturnuwun, Pak Guru.”

Aku tersenyum melihat mata muridku berbinar lega.

Sekarang tinggal bagaimana caranya meyakinkan istriku sisa gaji 50.000 cukup untuk hidup sebulan.



untuk bapak-ibu guru yang kemarin ini baru demo di jakarta, jalan kaki dari dpr ke istana, dan dijanjikan perbaikan UU. Maaf kita belum bisa bantu apa2 kecuali doa.
posted by snd @ 11:43 PM  
5 Comments:
  • At July 30, 2007 10:22 AM, Blogger hotma said…

    Terpujilah engkau wahai engkau Ibu Bapak Guru...

     
  • At July 30, 2007 4:02 PM, Blogger babanyakayril said…

    plokeplokeplokeplokeplokeplok!!
    Sindro does it again!!!

     
  • At July 31, 2007 9:47 AM, Blogger snd said…

    plokeplokeplok!!

    jay, nulis doooong.

     
  • At August 19, 2007 5:31 AM, Anonymous Anonymous said…

    Iya ni jadi terharu...

     
  • At August 25, 2007 1:42 PM, Blogger syam said…

    Mmm... Saya berkali-kali bertemu guru yang baik. Di jaman ramai ber-LKS saya tak mampu beli LKS. Guru saya menggratiskan LKS untuk mata ajarannya. Tapi katanya, jangan bilang siapa-siapa. Entah biar saya tak jadi malu karenanya, entah karena dia tak mau nantinya banyak yang minta digratisan. :-)

    Terima kasih banyak Bu Idawati.

     
Post a Comment
<< Home
 
 
 
About Us

Milis 100Kata
Andy
Hotma
Jamal
Jay
Krisna
Laila
Maya
Nita
Sindy

Free Blogger Templates