 |
| Wednesday, May 30, 2007 |
| Hujan Terkutuk |
Sialan! Hujan ini kenapa turun sekarang? Sudah terlambat untuk kembali mengambil payung di kamar kost. Secepat kilat aku menyambar tas pakaianku dari kursi belakang mobil. Setengah berlari aku menuju ke kost lagi. Hujan masih memburu, jadi kuputuskan mengambil handuk dari dalam tas untuk sekedar menutupi kepala.
Handuk sudah di kepala, tas pun kututup kembali.
"Mbak, kaosnya jatuh," ada suara laki-laki memanggilku dari belakang. Sialan. Malu, kuucapkan terima kasih sambil memungut kaos tersebut.
Jarak 50 meter sebetulnya akan kutempuh dengan berlari. Namun baru satu langkah kuayun, suara yang sama memanggil lagi, "Mbak, satu lagi." Aku menengok.
Sialan.
Kali ini celana dalam. |
| posted by snd @ 3:43 PM |
|
| 7 Comments: |
-
-
ndy, jgn bilang2. true story ni. ahahaha. aib bangeeeeett. gilak ah.
-
yang negor cowok gebetan ya?
-
yampun! alhamdulillaaaah bukan gebetaaan. sbrtulnya orang lain aja gitu lagi bteduh di emperan toko. untung ga kenal. mawnaawwhwuhweaawe.
-
Bukan sialan..tapi Alhamdulillah..karena hujan itu adalah rahmat...
-
Lama ga posting.. skalee muncul... gress... Segerr
-
sindro.... makin keren aja tulisanlo... ihhh dah lama neh gw gak nulis.... gak ada ide uyyy
|
| |
| << Home |
| |
|
|
|
| |
|
|
huahahaha... kacau!